Aku rindu masa-masa kecil dulu. Masa-masa yang telah lama aku tinggalkan. Masa kecil yang penuh kenangan, menyenangkan, karena yang menyakitkan tak pernah mau ku kenang, atau memang sebenarnya tak ada yang menyakitkan. Ah… bagi ku sekarang, semua kisah masa kecil dulu menyenangkan.Masa-masa yang aku habiskan bersama teman-teman, anak-anak kampung yang hanya kenal keceriaan itu. betapa indahnya. Betapa besar anugerah Allah, anugerah pengalaman hidup yang begitu mengesankan itu. akan aku goreskan kenangan itu, tidak hanya di dalam ingatan, tapi juga dalam guratan kata-kata yang ku rangkai menjadi sebuah kisah. Kisah masa kecil ku. Oh….begitu banyak, hingga aku bingung mulai dari mana. Tapi selebihnya, menulis kisah ini begitu mengasyikkan. Perjalanan mengenang masa kecil.
Masa kecil adalah masa yang penuh dengan kesenangan.masa kecil banyak memiliki kesan mendalam. Salah satunya adalah permainan yang sering dilakukan. Nah, salah satu permainan favorit anak-anak cowok adalah sepak bola.
Bermain sepak bola adalah kegiatan rutin anak-anak cowok setiap sore hari. Berbeda dari permainan sepak bola pada umumnya, anak-anak memiliki peraturan sepak bolanya sendiri. Berapa pun jumlah anak yang hadir di lapangan, tidak menjadi halangan untuk bermain bola. Unik memang, tapi di sinilah keseruannya. Peraturan-peraturan ini hampir diterapkan di semua pertandingan sepak bola anak-anak. ini lah beberapa peraturan sepak bola semasa kecil.
1. Yang gendut selalu jadi kiper
Kalian yang punya badan gendut, masih boleh ikut bermain asalkan jadi kiper.
Kenapa kiper?, karena badannya gede.
Mau jadi penyerang juga nggak bisa lari ,kan? :v
2. Yang punya bola, boleh ngajakin siapa saja yang main
Kalau kalian yang punya bola, boleh kok ajak siapa saja ikut bermain.
3. Gawang dari sendal
Sepak bola anak-anak dulu nggak ada yang pake gawang beneran.
Kita tinggal naruh aja sendal jepit atau batu bata buat jadi gawang.
Lebar gawangnya ya sekitar 4 atau 5 langkah lah.
4. Tinggi gawang adalah tinggi badan kiper
Trus mistar gawangnya gimana?
ya nggak pake mistar lah. kalo tendangan lawan lewat dari jangkauan tangan kiper di atas kepala ya berarti bola nggak masuk.
Simple, kan?
5.Nggak ada yang namanya wasit. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah mufakat.
Tidak ada wasit selama pertandingan, karena pertandingan akan dianggap kurang seru. Menentukan pelanggaran atau tidaknya, adalah keputusan bersama. Jika diabaikan, maka tidak terjadi pelanggaran.
6. Tidak ada istilah offside
Gak ada yang namanya offside dalam bermain sepak bola di masa kecil dulu.mau ngobrol sama kiper lawan juga boleh boleh aja.
7. Peluit akhir pertandingan bukanlah peluit
Uniknya, nggak ada batas waktu permainan ini berakhir.
Permainan dinyatakan selesai jika udah mulai terdengar adzan maghrib atau suara emak yang uda teriak-teriak nyuruh pulang.
Masa-masa kecil merupakan masa keemasan dan kebahagiaan yang tak akan pernah terlupakan. Betapa banyak kenangan yang membuat kita pengen balik lagi ke masa kecil dulu. Tidak banyak kita pikirkan, selain bermain dan belajar. Buat kamu anak-anak cowok tentunya pernah menerapkan aturan-aturan sepak bola di atas semasa kecil dulu.
